Posts

Showing posts from January, 2013

Dunia kosong

Untuk apa aku menikmati sepi? Terseok-seok lari jauhi ramai Mencari-cari  jalan menyelinap ke perut bumi. Mengumpulkan gelap dalam satu tempat untuk kusinggahi. Untuk apa aku mencari sepi? Gaduh memang seringkali mengutukku Menusuk gendang telingaku, Membuat pasar sore dikepalaku Tapi, Untuk apa aku ke dalam sepi?? Kadang, sepi juga mengundang kebosanan raga, merancukan kediaman pikir, meresahkan ketenangan jiwa. Apa memang aku harus mencari sepi??! Masuk jauh ke dalam lorong panjang yang menembus cakrawala batinku. Mendekap lutut dalam kedinginan hawa yang menyelinap masuk ke pori-pori mengantarkan ngilu pada tulangku.. Otakku, jiwaku, tubuhku, hidup dalam sunyi.. Tuhan dan Aku, selesai. Yang lain berlari, jauh. Meninggalkan aku yang tak lagi tegak berdiri Hiruk pikuk dunia hanya mitos dalam legenda kehidupanku Aku selalu sendiri dalam gurun sepi Hanya ada sepohon tua tempat bayangku mengadu lelah Tak ada udara yang merangkulku Penga...

Penantian di balik ranjangku

Sayang,.. Aku tak kan menghalangi atau sekedar merayumu saat kau berpamitan menuju kebahagiaan... Aku hanya akan tetap berdiri disini dengan tetap melihatmu ber angan... Sayang,.. jika ternyata kebahagiaan yang kau datangi hanyalah fatamorgana.... tengoklah ke belakang langkah, kau akan melihatku tetap memandangmu bersama senja... aku tak akan berlari mengejarmu atau pergi menjauh... aku akan tetap menatapmu dengan sayup mataku.. sayang,.. jika kau telah lelah bermain dengan syahwat cintamu... dan kau tak dapati indah yang kau rayu... maka, segeralah berlari kembali padaku jika kau mau.. karena aku masih bersama senja yang semakin membiru menatapmu... ; iya sayang,.. kau yang harus berlari menghampiriku... aku yang menunggumu.. brsegeralah...bersegeralah...bungaku.... sebelum kawan senja menelanku dalam ranumnya lalu...                        ...

Gagak

Di sampingku ada gagak pengintai kematian Gagak berdasi membunuh dengan kebijakan Gagak bersorbang\ membunuh dengan ucapan Pada malam yang gelap, gagak itu semakin mengerikan, dia mencengkram semua nyawa. Mencabik, mencabik semua peradaban. Yang selamat hanya yang menyelinap diantara bulu-bulunya, mengekor pada kehitamannya: bersedia menjadi pembunuh. Jombang, 2012

Haiyya

1) HAIYYA Tiba-tiba.. Sunyi mendekap.. Ramai enyah k e bukit ragu.. Tinggal debu-debu yang menggesek lantai yang berbunyi.. Semua diam dalam angkuh senja.. Sepatu di sudut tembok menjadi peri.. Sebab tak ada lagi satupun budak di sore ini.. Sang utusan sudah lelah berucap.. Dongeng-dongeng itu sudah begitu busuk, anyir, basi.. Perlahan jibril mengintai bumi yang hidupnya tak lama lagi.. Dan berkata “Haiya Haiya”                                                 Jogjakarta, 2011