Dunia kosong
Untuk apa aku menikmati sepi? Terseok-seok lari jauhi ramai Mencari-cari jalan menyelinap ke perut bumi. Mengumpulkan gelap dalam satu tempat untuk kusinggahi. Untuk apa aku mencari sepi? Gaduh memang seringkali mengutukku Menusuk gendang telingaku, Membuat pasar sore dikepalaku Tapi, Untuk apa aku ke dalam sepi?? Kadang, sepi juga mengundang kebosanan raga, merancukan kediaman pikir, meresahkan ketenangan jiwa. Apa memang aku harus mencari sepi??! Masuk jauh ke dalam lorong panjang yang menembus cakrawala batinku. Mendekap lutut dalam kedinginan hawa yang menyelinap masuk ke pori-pori mengantarkan ngilu pada tulangku.. Otakku, jiwaku, tubuhku, hidup dalam sunyi.. Tuhan dan Aku, selesai. Yang lain berlari, jauh. Meninggalkan aku yang tak lagi tegak berdiri Hiruk pikuk dunia hanya mitos dalam legenda kehidupanku Aku selalu sendiri dalam gurun sepi Hanya ada sepohon tua tempat bayangku mengadu lelah Tak ada udara yang merangkulku Penga...