CH- Tentang Sebuah Perjalanan Malam Untuk SAKI (Sanggar Anak Kampung Indonesia)
Di sebuah pinggiran sungai. Bangunan-bangunan kumuh. Rumah-rumah yang hampir rubuh. Aku sangat yakin tembok triplek itu tak pernah merindukan angin, bahkan sesepoi apapun angin itu. Diantaranya ada 128 anak usia Sekolah Dasar dan 85 remaja usia Sekolah Menengah Pertama sampai Menengah Keatas yang putus sekolah. Tak pernah bisa beradu nasib sebab akan selalu kalah, selalu mencoba bermimpi tetapi selalu paranoid menghadapinya. Anak-anak itu, anak Bangsa kita sendiri.
Tahun 2010, tepat pada bulan ini -11 Maret- berdiri sebuah harapan yang melawan kecemasan-kecemasan. SAKI, Sanggar Anak Kampung Indonesia. berdiri dengan kakinya sendiri mencoba menyulam kecarut-marutan. Semua berjalan, TPA, Bimbel, Kegiatan Kesenian, hadir dalam kotoran-kotoran yang mereka tak ikut membuangnya. Hingga, kini 11-03-2013, SAKI berusia 5 tahun dan justru giginya mulai ompong. Angka tahun itu pula yang menjadi bentuk manusia. 5 pemuda-pemudi desa yang rela meninggalkan ketap saja esenangannya, untuk menjadi semacam sistem pemerintahan yang memperhatikan 128 anak dan 85 remaja agar tetap terarah pada hal yang positif. Dua kegiatan dihapus (bimbel dan TPA), sebab mereka hanya berlima dan tetap saja berlima -kami kehilangan relawan pengajar-.
Ternyata keompongan kampung kecil itu tak cukup sampai di giginya saja, bahkan juga pada ketidak mampuan diri untuk bertindak. Sebuah lapangan, kecil, satu-satunya, tempat bola tertendang dan kaki-kaki mungil berlarianTerenggut
Kenapa? Hotell.
Ya, hotell. Tempat untuk sekedar meluruskan punggung dan menumpahkan sperma. Menggantikan tawa anak-anak, memenggal satu-satunya HAK yang masih tersisa, bermain.
Ya, hotell. Tempat untuk sekedar meluruskan punggung dan menumpahkan sperma. Menggantikan tawa anak-anak, memenggal satu-satunya HAK yang masih tersisa, bermain.
Bisa apa? tanda tanya.
Aku kesal, dadaku sesak, tak bisa melanjutkan susunan diksi carut ini.
Selamat Ulang Tahun SAKI, Terus bergerak untuk harapan yang kita miliki, anak-anak itu akan tetap mendapatkan pendidikan, kesempatan bermain dan perlindungan. Setidaknya itu, Harus.
Comments
Post a Comment