Percakapan

Percakapan itu, diiringi rerintik yang senyap. jendela kamarku sudah mengembun sebab dingin. Dan hatiku, semakin beku.
"ketika rinduku kepadamu tertiup angin keresahan", aku mengawalinya.
"jangan menciptakan kecemasan!!! aku tak tau apa yang memisahkan kita...", Dia mencoba bertahan.
"yang memisakan kita adalah ruang, ruang kosong yg perlahan diisi orang dan hal lain selain kekitaan kita.", aku meneruskan.

"entahlah... aku tak bisa melihat itu, kemungkinan memang waktunya kita tak bersama lagi...", dia hendak lari.
"selalu begitu, mirip drama kolosal yg membosankan. kenapa harus waktu yg mnjadi alasan?", aku mencegah.
"sebab ruang selalu terikat dengan waktu. maaf aku berharap kau tak membahas tentang waktu, tu lebih mencemaskan...", dia memberontak.
"apa yg lebih mencemaskan dari obrolan dua orang lelaki tentang rindu?", aku mencegahnya.
"maaf... aku tak bisa tetap disini atau meninggalkan semua cerita." dia benar-benar pergi.

Comments

Popular posts from this blog

Kenangan