Cinta itu punya kekuatan
Sore itu udara terasa hambar. Mega merah di ufuk barat menerobos masuk ke dalam teras rumah tua. Seorang kakek dan nenek yang telah menjalani kebersamaan tak kurang dari separuh hidupnya duduk bersanding diatas ambin. Kakek dengan sarung yang telah pudar warnanya duduk dengan menyanggahkan kedua tangan diujung bambu ambin . T ubuhnya membungkuk dan kepalanya mengarah pada lantai yang dihiasi semuta-semut berlalu-lalang. Sedang nenek duduk dengan bersandar pada dinding rumah yang retak, memandang jauh pada langit yang seakan menggantungkan terlalu tinggi harapannya terhadup hidup. Terlihat olehnya burung-burung dadali terbang beriringan dengan kehitamannya, kadang ia mencurigai apakah burung-burung yang nampak gelisah itu yang telah mencuri ketenangannya, membawa lari keteguhannya terhadap cinta. Sore itu memang menjadi kepanjangan dari kegelisahan yang selama ini menyelimuti hati dan fikiran nenek. Juga sang kakek yang sampai saat ini berjuang agar apa yang digelisahkan ist...