Perempuan Di Tepi Laut.
Di kala senja, Perempuan itu berdiri menghadap laut, tangannya bersedekap, rambutnya tergurai tertiup angin. Cahaya senja membuat tubuhnya terlihat begitu ranum. Senja selalu menemaninya dalam setiap penantian, terhadap ombak yang akan membawa laki-lakinya pulang. Jelas, mengharap lelakinya pulang adalah sebuah harapan. Tapi, dia tidak pernah lelah berharap. ; Sementara televisi mengabarkan berita-berita tanpa harapan, tentang kapal-kapal nelayan yang ditenggelamkan, tentang rekayasa penangkapan dan tentang wajarnya sebuah kematian yang direncanakan. Perempuan itu masih berdiri menghadap laut, menyedekapkan tangannya pada lutut, membiarkan air mata dibawa lari begitu jauh oleh ombak yang memerah. -Didedikasikan untuk para istri Nelayan di Kupang, NTT- |
Pontianak, 2014
Comments
Post a Comment