Berkecipak
Banyak yang merintih di dalam status, seakan hidup sependek kata-kata. Pagi itu, Si Mbah Ahmat Sofyan yang berjuluk Pandito Wagu mengajak para murid 'Awur Dub Nyuk' untuk mengetahui apa itu bahagia. Sekian banyak yang diajak, alhamdulilah yang berangkat hanya Nyuk dengan beliaunya. Nyuk diajak ke sebuah sumber mata air, dimana disana Mbah Pandito Wagu banyak memuntahkan Sabda Pandito Wagunya. Saat melihat beningnya mata air, beliau berhenti sejenak dan langsung bersabda, "Nyuk, melawan arus adalah menemui mata air. Kamu tau muara? Sekarang isinya banyak sampah dan limbah". Suaranya dibesar-serak-basahkan, usaha untuk mbijaksini yang tentu wagu*. Tapi apapun itu, Nyuk menghormati apa yang dikatakan, bukan cara atau siapa yang mengatakannya. Maka, seketika itu pun Nyuk sungkem dan mengapu-rancang kepadanya. "Sendiko dawuh, 'Mbah Pandito Wagu'." Kemudian mereka berjalan lebih mendekat pada sumber mata air itu, melewati 'galengan'* sawah y...