Posts

Showing posts from March, 2013

Mengenali Aku

Image
Akhirnya waktu benar-benar menggulungku Melenakanku pada hidangan-hindangan dunia yang mengalihkan diriku, mengasingkan kedirianku jauh menyendiri dalam diri. Hingga, hidup berjalan seperti tetes embun, menetes untuk pagi dan pergi karena matahari, tak pernah ada waktu untuk menguasai diri. Dan, siapakah aku? sepasang pipi kering dan mata sembab. Dan, siapakah aku? Sejangkar tulang ringkih dan perut melengkung ke dalam. Sampai saatnya tiba, Aku memelasi diri sendiri. Baru kusadar memang tk pantas aku menyedekahi selain aku Sebab, diri masih terlampau sembilu. Ah, Aku.. Melupakan aku.. Bukan untuk aku.. Barangkali, Melupakan diri adalah kenistaan mata yang terdalam.

CH- Tentang Sebuah Perjalanan Malam Untuk SAKI (Sanggar Anak Kampung Indonesia)

Di sebuah pinggiran sungai. Bangunan-bangunan kumuh. Rumah-rumah yang hampir rubuh. Aku sangat yakin tembok triplek itu tak pernah merindukan angin, bahkan sesepoi apapun angin itu. Diantaranya ada 128 anak usia Sekolah Dasar dan 85 remaja usia Sekolah Menengah Pertama sampai Menengah Keatas yang putus sekolah. Tak pernah bisa beradu nasib sebab akan selalu kalah, selalu mencoba bermimpi tetapi selalu paranoid menghadapinya. Anak-anak itu, anak Bangsa kita sendiri. Tahun 2010, tepat pada bulan ini -11 Maret- berdiri sebuah harapan yang melawan kecemasan-kecemasan. SAKI, Sanggar Anak Kampung Indonesia. berdiri dengan kakinya sendiri mencoba menyulam kecarut-marutan. Semua berjalan, TPA, Bimbel, Kegiatan Kesenian, hadir dalam kotoran-kotoran yang mereka tak ikut membuangnya. Hingga, kini 11-03-2013, SAKI berusia 5 tahun dan justru giginya mulai ompong. Angka tahun itu pula yang menjadi bentuk manusia. 5 pemuda-pemudi desa yang rela meninggalkan ketap saja esenangannya, untuk menjadi s...

Perayu

Ada senja diatas keningmu. Jingga memaksa suasana menjadi sendu. Kelopak bunga sakura adalah senyum terindah di ujung bibirmu. Barangkali, aku menemukan lagi, sebuah senja yang selalu memaksaku merayu.

C.H -meracau-

Pagi menjelang. Dan tentunya aku pasti kesiangan, hahaha. Buka mata dan tangan mulai bergrilya meraba, yupz ketemu juga HP buntutku. Yah, HP,   walau buntut dan bentuknya kecil mungil seakan hal yang tak berdaya, tapi sosok HP ini sebenarnya sangat sakti. kalo tak ada dia rasanya bisa gila. ku kira kau juga pasti merasa demikian bukan??? Ku buka sosok sakti ini alih-alih untuk melihat sudah jam berapa, dan cek ricek sms berharap ada yang menyapa di pagi ini. ternyata baru jam 8.20 WIB dan tetap tak ada ucapan selamat pagi. Hmm ya sudahlah beranjak ke jadwal kuliahku. sebelum membukanya aku berdoa dalam hati dengan sangat sunguh-sungguh “semoga pagi ini gak ada kuliah”. D an hasilnya adalah “STATISTIKA jam 08.00 WIB”. hadeeh, telat 20 menit . D emi kuliah aku langsung kucek-kucek muka, ganti baju dan berangkat kuliah tanpa mandi . (demi kuliah??? kaena males mandi aja kali...??? haha).   Kampus, membuatku sering mengumpat tak jelas. menyebalakn sekali tradisi-tradisi ya...

Obrolan

Sebuah malam dengan tetap memperjuangkan kepulan asap. Aku dan mereka sedang membicarakan kegelisahn hidup. Lagi dan lagi, memang tak pernah habis. sebuah pertanyaan yang polos adalah, apa itu manusia ?? sudahkah kita menjadi manusia?? benarkah kita manusia?? selamat menjawab. kalian pasti sering mendengar tentang memanusiakan manusia kan?? tapi, kok masih banyak ya orang gila yang gondrong rambutnya, panjang janggutnya tak terurus dan bajunya gak karuan?? kok masih banyak ya orang ang mengambil sandal rang lain?? kok masih ada ya rumah makan mewah sedang beberapa meter sebelahnya anak-anak kecil dipaksa untuk mengemis?? kok, kok, kok , kok, kok, kok, kok, kok, kok, kok, kok, kok...............................................................................!!! aku memutar memori otak. dulu, ketika aku masih dibawah 10 th . aku pernah menyusuri jalan, berkelahi dengan manusia, menunggu sisa kotak makanan acara wisuda orang-orang ‘pintar’, dan mencuri ayam pak kiyai di desa unt...