Posts

Showing posts from April, 2013

Percakapan

Percakapan itu, diiringi rerintik yang senyap. jendela kamarku sudah mengembun sebab dingin. Dan hatiku, semakin beku. "ketika rinduku kepadamu tertiup angin keresahan", aku mengawalinya. "jangan menciptakan kecemasan!!! aku tak tau apa yang memisahkan kita...", Dia mencoba bertahan. "yang memisakan kita adalah ruang, ruang kosong yg perlahan diisi orang dan hal lain selain kekitaan kita.", aku meneruskan. " entahlah... aku tak bisa melihat itu, kemungkinan memang waktunya kita tak bersama lagi..." , dia hendak lari. "selalu begitu, mirip drama kolosal yg membosankan. kenapa harus waktu yg mnjadi alasan?", aku mencegah. "sebab ruang selalu terikat dengan waktu. maaf aku berharap kau tak membahas tentang waktu, tu lebih mencemaskan...", dia memberontak. "apa yg lebih mencemaskan dari obrolan dua orang lelaki tentang rindu?", aku mencegahnya. "maaf... aku tak bisa tetap disini atau meninggalkan ...

Cerita Kataku

Sepertinya kata-kata marah padaku. Sejak aku meninggalkannya diantara kelemahanku dulu, satu per satu kata beranjak pergi, melembutkan dirinya sendiri bercampur dengan debu. Kini, aku benar-benar membutuhkan mereka, dan mereka, sudah tak kutemukan lagi. Ah, semenja kejadian itu, hanya ada beberapa kata yang tersisa; aku,hampa, sunyi, diam, marah, kau . Sebenarnya ada kata yang masih hidup dan sekarang menjadi kata yang lebih tenar dari kata-kata yang sudah hilang, tapi mereka justru kata yang selalu kuhindari. Sejak dulu kata-kata yang sekarang sangat sering diucapkan di televisi, ditulis di buku-buku dan koran-koran itu selalu mengejarku. Kini mereka sudah begitu dekat. Aku menjadi sangat ngeri,  apalagi kata yang dulu kupakai untuk menghindari mereka pun kini sudah hilang. Mereka - Sabar, kuat, melawan, berteriak - telah hilang menjadi ampas jalanan semenjak demo menjadi adat busuk. Ah, tubuhku menggigil. Ruang-ruang berubah menjadi gumpalan es. Cahaya lari dan seket...